Timor Raya

Timor Raya

Share

Website: www.timor-raya.com hadir dengan Cahaya Timor Raya Menerangi

07/08/2026

Kasus akun TikTok Lika Liku NTT jadi badai hukum: 14 laporan polisi, reputasi institusi diuji di ruang penyidikan

Turbulensi Seperti pesawat yang melintas di langit cerah lalu tiba-tiba diguncang awan gelap penuh badai, kasus akun TikTok Lika Liku NTT menghadirkan turbulensi yang mengguncang ruang publik. Penumpang di dalam pesawat itu bukan orang biasa: ada jaksa aktif, advokat aktif, hingga dua anggota DPRD Kota Kupang yang ikut terguncang dalam pusaran awan kasus.

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Turbulensi Akun TikTok Lika Liku NTT: Jaksa, Advokat, dan DPRD Kupang Terseret Awan Kasus"
Baca selengkapnya di: https://www.nusatribun.com/hukum-ham/3832926488/turbulensi-akun-tiktok-lika-liku-ntt-jaksa-advokat-dan-dprd-kupang-terseret-awan-kasus

02/08/2026

Ibu yang Sedang Berduka Diseret ke Pengadilan Publik: Gunung Mutis Menyaksikan Siapa Sebenarnya yang Menunda Perjalanan

Air mata duka tak terlihat di layar ponsel, luka hati tak terabadikan dalam rekaman video. Tuduhan mempersulit ujian melesat cepat, namun lupa menyebut bahwa sang dosen sedang mengantar keluarganya berp**ang ke rumah Bapa.

Konoha-- Ibarat sebuah rumah yang telah berdiri kokoh puluhan tahun, menaungi, melindungi, dan membimbing ribuan jiwa menuju cahaya ilmu. Tiba-tiba satu batu dilemparkan dari kegelapan, memecahkan satu jendela, dan seketika seluruh dunia berseru bahwa rumah itu busuk hingga ke fondasinya. Padahal, si pelempar batu sengaja menyembunyikan bahwa ia sendiri telah lama lalai menuju rumah itu, sibuk mendaki bukit lain, lalu marah ketika pintu belum terbuka seketika saat ia datang tergesa-gesa.


"Tidak semua air mata terlihat oleh kamera. Tidak semua luka mendapat ruang di media sosial."

Di balik berita yang beredar tentang seorang dosen penguji sebut saja Serina di Kota Konoha yang dituduh mempersulit ujian mahasiswi sebut saja Jasinta, ada satu sisi yang sengaja atau tidak sengaja dilupakan: beliau adalah seorang ibu. Seorang manusia biasa yang juga memiliki keluarga, yang juga mengenal kehilangan, dan yang pada hari itu sedang berada di rumah duka, mengantarkan anggota keluarganya untuk perjalanan terakhir.

Namun, di saat suasana hatinya dipenuhi kesedihan, namanya justru diseret ke ruang publik. Diviralkan. Diadili. Dicap sebagai penghambat masa depan seorang mahasiswi.

Padahal, kisah itu tidak dimulai pada hari ujian. Dan yang lebih penting, ujian yang dimaksud adalah Ujian Hasil, bukan Ujian Skripsi.

Berikut kronologi fakta yang terungkap dari peristiwa antara Dosen Penguji Serina dan Mahasiswi Jasinta di kota Konoha

Pertama, faktanya mahasiswi tersebut — yang bernama Jesinta baru akan mengikuti Ujian Hasil, bukan sidang skripsi. Artinya, tahap yang masih jauh dari garis akhir, sehingga tidak seharusnya terburu-buru seakan waktu sudah sangat sempit.

Kedua, Jesinta tidak melakukan konfirmasi jadwal yang pasti kepada ketiga dosen yang terlibat dalam ujian tersebut — yaitu dua orang dosen pembimbing dan satu orang dosen penguji.

Ketiga, Jesinta sendiri yang menentukan tanggal ujian secara sepihak, tanpa mengonfirmasi ketersediaan waktu kepada dosen penguji, yang dalam hal ini adalah Ibu Serina.

Keempat, ketika Jesinta mengirim pesan melalui WhatsApp kepada Ibu Serina, pesan itu belum dijawab. Padahal seharusnya ia menunggu balasan terlebih dahulu sebelum menetapkan jadwal. Jesinta justru menyimpulkan sendiri bahwa karena tidak dibalas, maka Ibu Serina pasti setuju, lalu menetapkan tanggal ujian atas keputusannya sendiri. Padahal, Jesinta mengetahui bahwa Ibu Serina sedang dalam masa berduka.

Kelima, ketika jadwal yang ditetapkan sepihak itu dikirimkan kepada Ibu Serina, barulah terjadinya penolakan dan pembatalan jadwal. Informasi ini bersumber langsung dari teman sesama mahasiswi yang mengetahui peristiwa tersebut dikota Konoha

Dalam pesan yang dikirimkan Ibu Serina kepada Jesinta, beliau menyampaikan:

"Kalau memang harus besok seminarnya, biar saya diganti saja. Jumat siang kamu WA, saya lagi kedukaan, pas penguburan. Jadi kami sibuk sampai sore begitu. Makanya saya tidak perhatikan WA yang masuk."

"Selama berbulan-bulan, mahasiswi tersebut lebih memilih menikmati perjalanan menaklukkan puncak-puncak gunung. Gunung Mutis menjadi saksi langkah-langkah petualangannya. Tidak ada yang salah dengan mencintai alam. Tetapi ketika waktu yang seharusnya dipakai untuk menyelesaikan tugas-tugas akademik dikalahkan oleh pilihan-pilihan pribadi, maka keterlambatan itu bukanlah kesalahan orang lain."

Ironisnya, ketika ancaman batas waktu sudah di depan mata dan teman-teman seangkatannya telah lebih dahulu menyelesaikan tahap yang sama, semuanya mendadak harus selesai seketika. Jadwal ujian ditetapkan sepihak tanpa menunggu persetujuan dosen penguji. Lalu ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginan, kesalahan itu berubah menjadi tuduhan yang disebarkan luas ke media sosial.

"Yang paling menyedihkan bukanlah tuduhan itu sendiri. Yang paling menyakitkan adalah ketika pengabdian bertahun-tahun sebagai pendidik dapat dihapus hanya oleh beberapa menit narasi sepihak dan ribuan komentar dari orang-orang yang bahkan tidak mengetahui seluruh cerita."

Menjadi dosen bukan hanya soal mengajar. Menjadi dosen adalah mendampingi, membimbing, mengoreksi, bahkan terkadang memikul beban emosional mahasiswanya. Tetapi apakah seorang dosen kehilangan haknya untuk berduka? Apakah karena ia seorang pendidik, maka ia tidak boleh memiliki hari ketika ia harus mendahulukan keluarganya yang sedang berp**ang?

"Di zaman ketika viral lebih dipercaya daripada verifikasi, kita sering lupa bahwa karakter seseorang tidak dapat diukur dari satu potongan cerita. Reputasi yang dibangun puluhan tahun dapat runtuh hanya oleh narasi yang belum tentu utuh."

Bagi sang ibu dosen, mungkin tidak ada keinginan untuk membalas. Seorang pendidik memahami bahwa kemarahan tidak pernah melahirkan kebijaksanaan. Namun sejarah selalu mengajarkan satu hal: kebohongan dapat berlari secepat kilat karena ditopang emosi, tetapi kebenaran berjalan dengan tenang karena ditopang fakta.

"Dan ketika suatu hari seluruh kronologi terbuka, ketika semua potongan cerita kembali disusun pada tempatnya, publik akan menyadari bahwa yang mereka hakimi bukanlah seorang dosen yang mempersulit mahasiswanya, melainkan seorang ibu yang sedang berusaha menjalankan dua tanggung jawab sekaligus: mengantar keluarganya berp**ang ke rumah Bapa dan tetap menjaga marwah dunia akademik."

Karena pada akhirnya, kebenaran memang tidak selalu datang lebih dulu. Tetapi ia selalu datang terakhir dan ia tidak pernah kalah.

Epilog Editorial

Janganlah menilai seseorang di hari terberatnya. Janganlah menghakimi seorang ibu saat air matanya sedang menetes di balik senyum tugasnya. Duka adalah hak kemanusiaan yang setara bagi siapa saja, bahkan bagi seorang pendidik yang dipuja karena kesabarannya. Jika waktu yang dipakai untuk hal-hal lain lebih panjang daripada waktu yang dipakai untuk menuntaskan kewajiban akademik, maka janganlah orang lain disalahkan. Dan jangan p**a ketidaksabaran sendiri dijadikan alasan untuk menyeret nama baik seseorang yang sedang berduka ke ruang publik. Biarkan fakta berbicara lebih tenang daripada emosi yang menyebar cepat, karena kebenaran yang sabar akan selalu berdiri tegak ketika riuh rendah tuduhan telah lama membisu.

Tulisan ini menceritakan peristiwa di dunia Hayalan
Jika ada kesamaan peristiwa itu secara kebetulan bukan kebenaran

30/07/2026

Buah Mangga Tetap Manis Meski Dihantam Batu

Buah mangga yang matang sempurna menggantung di dahan, memancarkan aroma kemanisan yang merasuk ke hati. Sekeras apa pun batu dilemparkan kepadanya, berulang kali dan berkali-kali p**a, ia mungkin berbekas, mungkin tergores, namun rasa manis yang tersimpan di dalam dagingnya tak akan pernah berubah. Kemanisan itu adalah hakikat sejatinya, bukan pemberian batu, bukan p**a yang bisa dihilangkan oleh batu. Demikian p**a dengan hati yang tulus, kebenaran yang lurus, dan kebaikan yang tertanam kuat. Serangan, hinaan, atau cobaan datang silih berganti bagaikan batu yang menghantam, namun tidak akan pernah mampu mengubah hakikat kebaikan yang ada pada diri seseorang. Yang rusak hanyalah kulit luarnya saja, sedangkan inti kebenaran dan kemanisan budinya tetap utuh dan memikat.

Batu yang dilempar hanya melukai kulitnya sesaat, namun tidak akan pernah mengubah rasa manis yang telah ditetapkan Tuhan pada penciptaannya. Seperti halnya orang yang berhati bersih dan berprinsip teguh: hujatan, tuduhan, dan serangan berulang kali tidak akan pernah mampu mengubah jati dirinya. Ia tetap manis, tetap baik, tetap terang, karena keindahan dan kebaikannya bersumber dari hati yang tulus dan keyakinan yang tak tergoyahkan.

Epilog Editorial

Ketika kebaikan dan kebenaran diuji dengan batu demi batu yang dilemparkan, ingatlah selalu: batu itu tidak berkuasa mengubah rasa manis buah mangga. Ia hanya membuktikan betapa bernilainya kemanisan itu, sehingga perlu dihantam berkali-kali oleh mereka yang tak mampu menikmatinya. Tetaplah menjadi mangga yang manis, meski dunia melempari dengan batu. Biarkan mereka yang melempar lelah sendiri, sementara engkau tetap menyebarkan keharuman dan kemanisan yang abadi.

30/07/2026

TURUT BERDUKA CITA SEDALAM-DALAMNYA

Dari kami keluarga besar Adrianus Ndu Ufi di Tarus, Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, kami menyampaikan belasungkawa yang sungguh mendalam atas berp**angnya Ibu Merry Theresia Sius, tercinta istri dari Bapak Jupiter Nau, Inspektur pada Inspektorat Kabupaten Kupang.

Kehilangan seorang pendamping hidup yang penuh kasih, kelembutan, dan pengabdian sungguh merupakan duka yang tak terlukiskan. Ibu telah menabur kasih sayang yang tulus, membangun rumah tangga dengan kesabaran dan ketulusan hati, serta meninggalkan jejak kebaikan yang abadi di hati semua orang yang mengenalnya.

Kepada Bapak Jupiter Nau beserta segenap keluarga yang ditinggalkan, kami turut merasakan pedihnya perpisahan ini. Tetapkanlah hati bahwa kasih dan pengabdian beliau tidak akan pernah hilang, melainkan bersemi selamanya dalam kenangan dan doa kita. Semoga kekuatan dan penghiburan senantiasa menyertai langkah Bapak dan keluarga dalam menempuh masa tanpa kehadiran fisik beliau.

Semoga segala pengabdian, kasih, dan amal kebaikan beliau diterima dengan baik di hadapan Tuhan Yang Maha Kasih. Kiranya beliau beristirahat dalam damai abadi di pelukan-Nya, terang benderang cahaya surga menyertai perjalanan jiwanya menuju keabadian.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan ketabahan, kekuatan, dan penghiburan yang melimpah kepada Bapak Jupiter Nau beserta seluruh keluarga.

Selamat jalan Ibu terkasih, damai menyertai perjalanan-Mu.

Tarus, Kupang Tengah, 30 Juli 2026
Hormat kami sekeluarga,
Adrianus Ndu Ufi dan keluarga

29/07/2026

Tiga nama yang terseret arus keputusan adalah Therensius Lazakar (Golkar), Norbertus Tubani (PKB), dan Veronika Lake (PDI Perjuangan). Keputusan ini lahir dari penyelidikan intensif lebih dari sebulan, pasca aduan keluarga Mendiang dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr. Icha.

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "DPRD TTU Diguncang: Legislator Tersapu Ombak Etika, Tiga Anggota DPRD Diberhentikan Sementara"
Baca selengkapnya di: https://www.nusatribun.com/hukum-ham/3832904153/dprd-ttu-diguncang-legislator-tersapu-ombak-etika-tiga-anggota-dprd-diberhentikan-sementara

28/07/2026

Keputusan BK DPRD TTU jadi badai moral: publik menanti paripurna, partai ditantang melawan arus kelambanan

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Gelombang Pemberhentian Mengguncang DPRD TTU: Nasib Tiga Legislator di Ujung Ombak Rakyat"
Baca selengkapnya di: https://www.nusatribun.com/hukum-ham/3832900394/gelombang-pemberhentian-mengguncang-dprd-ttu-nasib-tiga-legislator-di-ujung-ombak-rakyat


Maria Pakaenoni

27/07/2026

Duka mendalam menyelimuti seluruh keluarga besar Tentara Nasional Indonesia. Pratu Galuh Nugraha, anggota Polisi Militer TNI Angkatan Darat, gugur bukan karena lari dari tugas, melainkan saat mengulurkan tangan membantu menegakkan hukum bersama kepolisian. Pengorbanannya mengajarkan kita: tugas negara tak mengenal batas seragam, namun bahaya bisa datang tanpa diduga.

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Gugur Dalam Pengabdian: Pratu Galuh Nugraha, Contoh Teguhnya Amanah Di Tengah Bahaya"
Baca selengkapnya di: https://www.nusatribun.com/hukum-ham/3832894014/gugur-dalam-pengabdian-pratu-galuh-nugraha-contoh-teguhnya-amanah-di-tengah-bahaya

27/07/2026

Selamat Jalan Saudaraku, Awang Notoprawiro

TURUT BERDUKACITA

Dari Adrianus Ndu Ufi Sekeluarga di Tarus Kupang Tengah Kabupaten Kupang NTT


Ibarat lentera yang telah selesai menyinari lorong panjang di malam yang gelap, kini nyala itu perlahan meredup untuk beristirahat. Meski lentera itu tak lagi terlihat di tempatnya, cahaya yang pernah ia pancarkan tetap tertanam di hati setiap orang yang pernah diteranginya.

Dari kami, Adrianus Ndu Ufi beserta seluruh keluarga besar di Tarus, Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya atas berp**angnya saudara tercinta, Awang Notoprawiro, Ketua DPW Partai Amanat Nasional NTT periode 2015–2025.

Ingatan kami tak pernah pudar akan masa-masa kebersamaan kita. Bersama engkau, kami belajar bahwa mengemban amanah di partai bukan sekadar jabatan, melainkan ikatan persaudaraan yang tulus. Baik saat duduk bersama sebagai pengurus, maupun saat saling menguatkan layaknya saudara kandung, engkau selalu menjadi sosok yang memberi teladan dan semangat.

Selamat jalan, saudaraku terkasih. Setiap langkah dan amal baktimu untuk partai dan daerah ini akan terus abadi dalam ingatan kami yang masih ditinggalkan. Semoga Allah SWT senantiasa menerima segala amal ibadahmu, mengampuni segala khilafmu, dan menempatkanmu di tempat yang paling mulia di sisi-Nya.

Kini engkau telah kembali ke rumah abadi, bagai burung yang setelah terbang jauh mengarungi angin dan hujan, akhirnya mendarat tenang di dahan kedamaian. Meskipun raga tak lagi bersanding, persaudaraan dan jasa-jasamu tak akan pernah putus oleh waktu.


Pengabdian yang tulus tak pernah mati, ia hanya berubah wujud menjadi kenangan yang menjadi teladan bagi siapa saja yang ditinggalkan. Kepergian seorang pemimpin yang melayani dengan hati adalah kehilangan bagi kita semua, namun jejak kebaikan yang ia tinggalkan akan terus menjadi panduan bagi langkah kita selanjutnya. Semoga keikhlasan dan kenangan indah ini menjadi kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan, serta menjadi pelajaran berharga bagi kita semua bahwa hidup yang bermakna adalah hidup yang diisi dengan pengabdian dan persaudaraan sejati.

26/07/2026

Tindakan intimidasi di IGD RS Leona dinilai pelanggaran etik berat yang merusak amanah jabatan. Rekomendasi tegas disampaikan demi memulihkan martabat profesi dan perlindungan hukum nakes

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Demi Melindungi Tenaga Medis: Ahli Hukum Pidana Rekomendasi Tiga Anggota DPRD TTU Diberhentikan"
Baca selengkapnya di: https://www.nusatribun.com/hukum-ham/3832892737/demi-melindungi-tenaga-medis-ahli-hukum-pidana-rekomendasi-tiga-anggota-dprd-ttu-diberhentikan


Maria Pakaenoni

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Kupang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Kupang